Jumat, 31 Oktober 2014

Kisah Kasih di Sekolahnya part 2




Kini Yono tahu, hari apa saja Yeni ada di sekolah, di kelas mana saja Yeni mengajar, dan jam berapa saja Yeni sampai ke Sekolah. Ia tahu, tidak dipungkiri lagi, INI CINTA !

Yono selalu berusaha mencuri perhatian Yeni, Yono tahu bahwa Yeni sudah berkeluarga dan punya anak satu, tapi melalui Yeni ia mendapatkan kepuasan batin walau hanya melihat Yeni. Melalui prestasinya, Yono semakin menonjol di kelas dibanding teman-temannya, sehingga guru-guru telah mengenal Yono termasuk Yeni. Di pelajaran yang Yeni ajarakan pun Yono menjadi nomor satu di sekolahnya, sehingga Yono tidak canggung untuk bertanya ini-itu kepada Yeni.

Suatu ketika Yono menghampiri Yeni untuk memberanikan diri meminta nomor hp. Dengan kaki gemetar, dan ucapan yang terbata-bata  ia mengutarakannya, dengan percakapan yang rumit, akhirnya Yono mendapatkan nomor hp Yeni dengan alasan untuk belajar bahasa asing lebih dalam lagi. Hati yono merasa lega ketika mempunyai akses untuk menghubungi Yeni ketika ia merasa jenuh.

Yeni begitu misterius, karena ia lebih berumur 10 tahun dibanding Yono, tapi kemisteriusan Yeni selalu tertutupi wajah cerianya yang menghangatkan suasana. Tidak seperti Yono, ia misterius karena diamnya yang membuat beku suasana.

Hari berganti hari, tiada hari tanpa sms-an. Diawali dari sms-an bahasa asing hingga kini isi pesan singkat itu tentang curhatan. Yeni yang sudah berkeluarga selalu punya waktu untuk menyempatkan meladeni murid-muridnya yang menanyakan sesuatu yang dianggapnya penting. Yeni belum menyadari kalau Yono mempunyai perasaan yang berbeda terhadapnya, ia menganggap Yono adalah laki-laki lugu yang suka baca buku yang menghubunginya hanya untuk belajar bahasa asing.

Tidak seperti perjumpaan awal mereka, yang ketika bertemu saling diam (karena Yono diam), kini mereka saling menyapa bahkan ketika Yono tidak mengetahui kedatangan Yeni, Yeni memanggil Yono dan melambaikan tangan. Yono yang selama ini kesepian, kini ada Yeni. Yono yang selalu terbayang keanggunan Yeni, kini keanggunan Yeni telah nyata dihadapannya “memang dia sempurna”. Lagi, sesuatu telah berbisik di hati Yono. Sapaan Yeni kepada Yono membuat lahir dan batin Yono luluh begitu saja. Bagai gunung es yang mencair, hati Yono bisa menguap dan terbang melayang-layang. Seperti ruangan yang kosong, Yeni membawa segudang perabotan yang seketika memenuhi ruang hati Yono yang kosong.

Jika dilihat dari keseharian mereka, mereka bukanlah seperti guru dan murid. Hal itulah yang menyebabkan gosip di sekolah bahwa Yono berpacaran dengan bu Yeni. Mereka biasa saja, bakan Yono senang digosipkan seperti itu. Yeni juga biasa saja karena ia sudah berkeluarga dan tidak mungkin ia bersanding dengan Yono.

Gosip tersebut tidak membuahkan apapun melainkan Yono semakin percaya diri mendekati Yeni dan Yeni tidak bisa berbuat apa-apa selain tak ingin membuat Yono malu. “juga tidak ada ruginya dekat dengan Yono, orangnya gak banyak tingkah, pintar, bisa bantuin ngoreksi”, kata Yeni.

Kamis, 30 Oktober 2014

Kisah Kasih di Sekolahnya part 1



         Cerita ini tertulis berdasar kisah nyata, kisah cinta antara pemuda lugu dan wanita cantik. Tiada maksud yang berlebih dari penulis, kecuali hanya untuk mengungkapkan perasaan takjub yang diceritakan langsung dari sumbernya.
         Sebut saja pemuda lugu ini bernama Yono dan wanita cantik sebagai Yeni.
         Yono adalah seorang pemuda lugu yang saat itu duduk di bangku kelas dua sekolah menengah atas, ia tidak seperti teman-temannya yang selalu kesana kemari sibuk bersama pasangannya, ia lebih suka menyendiri dan menyibukkan dirinya dengan membaca buku. Kejenuhan sering ia rasakan di usianya yang menginjak dewasa, 18  tahun, namun tidak pernah terpikir olenya untuk mencari teman (wanita) untuk dijadikan sebagai tampat berbaginya (pacarnya). Baginya, hal itu tidak penting.
         Suatu ketika ada guru baru disekolahnya, dialah Yeni. Yeni bertubuh tinggi, langsing, kulitnya putih, ia selalu kelihatan berseri, ceria dan selalu berenergi. Tak jarang dari siswa sampai kalangan guru laki-laki banyak yang menyukainya termasuk kepala sekolahnya, padahal sebenarnya ia sudah berkeluarga dan punya seorang anak.
         Tiba saatnya di hari Selasa, Yeni masuk ke kelas dimana Yono berada untuk mengajar bidang study Bahasa Asing. Yono yang lugu terpana ketika pertama kali melihat Yeni, jantungnya berdetak tidak biasa, rasa gembira memenuhi aliran darahnya hingga wajahnya memerah. Yono begitu terkagum melihat guru barunya itu, tapi kekagumannya bukan seperti kepada seorang guru, melainkan seperti Chemistry (senyawa ) –nya sepasang kekasih.
         Hari itu tidak berlangsung proses belajar, melainkan hanya perkenalan biasa. Yono yang sejak awal  terkagum melihat Yeni, fikirannya semakin tidak karuan. Caranya berjalan, gayanya berbicara, tinggi rendah suaranya, bentuk tulisannya, posisi duduknya, dan ekspresinya Yeni tiada yang kurang dimata Yono, “dia sempurna”, ucap Yono dalam hati.
         Dua jam berlangsung akhirnya bel pulang berbunyi, semua proses belajar hari itu telah selesai. Yono segera pulang, dia bertanya-tanya tentang kejadian yang baru saja ia alami. “Apa benar ini cinta? Tapi dia guruku; Sudah punya suamikah ia? Tapi bahasa tubuhnya seperti gadis; Pengen ketemu lagi, tapi lupa alamatnya dimana :-o ; Pengen minta fotonya tapi gak sopan.” Semalaman Yono memikirkan Yeni, guru barunya. Ia masih terbayang-bayang sosok Yeni yang begitu anggun, sosok yang belum pernah ia temui dimanapun, sekalipun wanita sebayanya.
         Esok harinya, yeni mengajar dikelas sebelah. Hampir tak percaya pada perasaanya, ia masih merasakan hal yang sama seperti kemarin, padahal Cuma melihat Yeni berjalan.
Hari-hari berlalu, ia coba membiarkan perasaan itu tapi semakin hari semakin menjadi, ketika tak melihat yeni, ia merasa ada yang kurang, bahkan ketika hanya ingin sekedar melihat Yeni, Yono berangkat jam 6 pagi dari rumah agar bisa tahu Yeni sampai ke sekolah, hanya untuk melihat Yeni !!!
         Kini Yono tahu, hari apa saja Yeni ada di sekolah, di kelas mana saja Yeni mengajar, dan jam berapa saja Yeni sampai ke Sekolah. Ia tahu, tidak dipungkiri lagi, INI CINTA !.