Kini Yono
tahu, hari apa saja Yeni ada di sekolah, di kelas mana saja Yeni mengajar, dan
jam berapa saja Yeni sampai ke Sekolah. Ia tahu, tidak dipungkiri lagi, INI
CINTA !
Yono selalu
berusaha mencuri perhatian Yeni, Yono tahu bahwa Yeni sudah berkeluarga dan
punya anak satu, tapi melalui Yeni ia mendapatkan kepuasan batin walau hanya
melihat Yeni. Melalui prestasinya, Yono semakin menonjol di kelas dibanding
teman-temannya, sehingga guru-guru telah mengenal Yono termasuk Yeni. Di
pelajaran yang Yeni ajarakan pun Yono menjadi nomor satu di sekolahnya,
sehingga Yono tidak canggung untuk bertanya ini-itu kepada Yeni.
Suatu ketika
Yono menghampiri Yeni untuk memberanikan diri meminta nomor hp. Dengan kaki
gemetar, dan ucapan yang terbata-bata ia
mengutarakannya, dengan percakapan yang rumit, akhirnya Yono mendapatkan nomor
hp Yeni dengan alasan untuk belajar bahasa asing lebih dalam lagi. Hati yono
merasa lega ketika mempunyai akses untuk menghubungi Yeni ketika ia merasa
jenuh.
Yeni begitu
misterius, karena ia lebih berumur 10 tahun dibanding Yono, tapi kemisteriusan
Yeni selalu tertutupi wajah cerianya yang menghangatkan suasana. Tidak seperti
Yono, ia misterius karena diamnya yang membuat beku suasana.
Hari berganti
hari, tiada hari tanpa sms-an. Diawali dari sms-an bahasa asing hingga kini isi
pesan singkat itu tentang curhatan. Yeni yang sudah berkeluarga selalu punya
waktu untuk menyempatkan meladeni murid-muridnya yang menanyakan sesuatu yang
dianggapnya penting. Yeni belum menyadari kalau Yono mempunyai perasaan yang
berbeda terhadapnya, ia menganggap Yono adalah laki-laki lugu yang suka baca
buku yang menghubunginya hanya untuk belajar bahasa asing.
Tidak seperti
perjumpaan awal mereka, yang ketika bertemu saling diam (karena Yono diam),
kini mereka saling menyapa bahkan ketika Yono tidak mengetahui kedatangan Yeni,
Yeni memanggil Yono dan melambaikan tangan. Yono yang selama ini kesepian, kini
ada Yeni. Yono yang selalu terbayang keanggunan Yeni, kini keanggunan Yeni
telah nyata dihadapannya “memang dia sempurna”. Lagi, sesuatu telah berbisik di
hati Yono. Sapaan Yeni kepada Yono membuat lahir dan batin Yono luluh begitu
saja. Bagai gunung es yang mencair, hati Yono bisa menguap dan terbang
melayang-layang. Seperti ruangan yang kosong, Yeni membawa segudang perabotan
yang seketika memenuhi ruang hati Yono yang kosong.
Jika dilihat
dari keseharian mereka, mereka bukanlah seperti guru dan murid. Hal itulah yang
menyebabkan gosip di sekolah bahwa Yono berpacaran dengan bu Yeni. Mereka biasa
saja, bakan Yono senang digosipkan seperti itu. Yeni juga biasa saja karena ia
sudah berkeluarga dan tidak mungkin ia bersanding dengan Yono.
Gosip
tersebut tidak membuahkan apapun melainkan Yono semakin percaya diri mendekati
Yeni dan Yeni tidak bisa berbuat apa-apa selain tak ingin membuat Yono malu.
“juga tidak ada ruginya dekat dengan Yono, orangnya gak banyak tingkah, pintar,
bisa bantuin ngoreksi”, kata Yeni.