Cerita ini
tertulis berdasar kisah nyata, kisah cinta antara pemuda lugu dan wanita
cantik. Tiada maksud yang berlebih dari penulis, kecuali hanya untuk
mengungkapkan perasaan takjub yang diceritakan langsung dari sumbernya.
Sebut saja
pemuda lugu ini bernama Yono dan wanita cantik sebagai Yeni.
Yono adalah
seorang pemuda lugu yang saat itu duduk di bangku kelas dua sekolah menengah
atas, ia tidak seperti teman-temannya yang selalu kesana kemari sibuk bersama
pasangannya, ia lebih suka menyendiri dan menyibukkan dirinya dengan membaca
buku. Kejenuhan sering ia rasakan di usianya yang menginjak dewasa, 18 tahun, namun tidak pernah terpikir olenya
untuk mencari teman (wanita) untuk dijadikan sebagai tampat berbaginya
(pacarnya). Baginya, hal itu tidak penting.
Suatu ketika
ada guru baru disekolahnya, dialah Yeni. Yeni bertubuh tinggi, langsing,
kulitnya putih, ia selalu kelihatan berseri, ceria dan selalu berenergi. Tak
jarang dari siswa sampai kalangan guru laki-laki banyak yang menyukainya
termasuk kepala sekolahnya, padahal sebenarnya ia sudah berkeluarga dan punya
seorang anak.
Tiba saatnya
di hari Selasa, Yeni masuk ke kelas dimana Yono berada untuk mengajar bidang
study Bahasa Asing. Yono yang lugu terpana ketika pertama kali melihat Yeni,
jantungnya berdetak tidak biasa, rasa gembira memenuhi aliran darahnya hingga
wajahnya memerah. Yono begitu terkagum melihat guru barunya itu, tapi
kekagumannya bukan seperti kepada seorang guru, melainkan seperti Chemistry
(senyawa ) –nya sepasang kekasih.
Hari itu
tidak berlangsung proses belajar, melainkan hanya perkenalan biasa. Yono yang
sejak awal terkagum melihat Yeni,
fikirannya semakin tidak karuan. Caranya berjalan, gayanya berbicara, tinggi
rendah suaranya, bentuk tulisannya, posisi duduknya, dan ekspresinya Yeni tiada
yang kurang dimata Yono, “dia sempurna”, ucap Yono dalam hati.
Dua jam
berlangsung akhirnya bel pulang berbunyi, semua proses belajar hari itu telah
selesai. Yono segera
pulang, dia bertanya-tanya tentang kejadian yang baru saja ia alami. “Apa benar
ini cinta? Tapi dia guruku; Sudah punya suamikah ia? Tapi bahasa tubuhnya
seperti gadis; Pengen ketemu lagi, tapi lupa alamatnya dimana :-o ; Pengen
minta fotonya tapi gak sopan.” Semalaman Yono memikirkan Yeni, guru barunya. Ia
masih terbayang-bayang sosok Yeni yang begitu anggun, sosok yang belum pernah
ia temui dimanapun, sekalipun wanita sebayanya.
Esok harinya,
yeni mengajar dikelas sebelah. Hampir tak percaya pada perasaanya, ia masih
merasakan hal yang sama seperti kemarin, padahal Cuma melihat Yeni berjalan.
Hari-hari
berlalu, ia coba membiarkan perasaan itu tapi semakin hari semakin menjadi,
ketika tak melihat yeni, ia merasa ada yang kurang, bahkan ketika hanya ingin
sekedar melihat Yeni, Yono berangkat jam 6 pagi dari rumah agar bisa tahu Yeni
sampai ke sekolah, hanya untuk melihat Yeni !!!
Kini Yono
tahu, hari apa saja Yeni ada di sekolah, di kelas mana saja Yeni mengajar, dan
jam berapa saja Yeni sampai ke Sekolah. Ia tahu, tidak dipungkiri lagi, INI
CINTA !.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar