Rabu, 23 April 2014

Berlian berjalan

Ternyata untuk menjadi seorang penulis itu gak mudah. Contohnya saya, target menulis saya di blog itu seminggu sekali. Mungkin kalo banyak waktu luang, saya bisa menulis tiap minggu tapi kalo lagi sibuk mau UTS gini, hhhh bukannya minggu tenang malah minggu padat. Okeh, saya belum sempet berbagi ilmu atau tips-trik seperti yang lain, saya Cuma menumpahkan apa yang ada dihati dan fikiran saya. So, intinya berbagi opini. Rabu, 23 April 2014 pukul 03.00 dinihari, ay pergi ke masjid yang ada di jauh belasan Kilometer disana,he. Tujuannya banyak. Pertama, saya ingin iktikaf di masjid. Kedua, saya ingin bersilaturahmi dengan wali Allah. Ketiga, saya ingin bersilaturahmi dengan saudara seiman dan yang terakhir saya ingin bertemu dengan orang yang saya kiaskan sebagai berlian disini. Kenapa berlian ? Karena dia sangat mahal – tak dijual dan karena dia sangat berharga buat saya. Ternyata, orang yang saya kiaskan sebagai berlian ini bukan satu-satunya yang mirip berlian (jika dilihat dari fisik) dan ada sekitar 150 orang yang sama seperti berlian ini. Tapi berlian yang saya kunjungi tetap menjadi pemilik tunggal hati. Jadi mereka itu berwajah pelajar dan pengamal, bermata lebar nan sayu, hijabnya serasi dengan senyumnya, langkahnya pelan tapi pasti, hatinya bersih dan hidup, pekertinya tinggi, dan intinya merekalah bidadari dunia yang sesungguhnya. Dia terawat dan tak pamer, dia pemalu dan tegas, dia tidak bangga dengan dunia. Itulah beberapa sifat santri puteri, aku ngefans sama kalian. Bersambung . . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar