Kamis, 10 April 2014

Kisah ilmu

Dikisahkan pada suatu hari, ada seorang rabun yang akan bermain ke rumah karibnya di desa sebelah. Anda tahu orang rabun?? orang yang tidak bisa melihat dengan jelas -_- .

Setelah sekian lama dia bersusah payah menempuh perjalanan yang tidak bisa ia lihat dengan jelas, akhirnya dia sampai ke tempat yang dituju, rumah temannya. Dan mereka melepas kerinduan sebagai sahabat karib.

Singkat cerita, si buta (rabun) hendak pulang ketika malam tiba. Teman'y melarang (karena matanya tidak bisa melihat dengan jelas) untuk pulang, tapi karena si buta memaksa, akhirnya teman si buta mengizinkannya asalkan dia membawa lampu (petromak). Si buta pulang dengan perasaan konyol, masa orang buta pulang membawa lampu?? sama saja gelap kan.

Belum lama dia berjalan, dia mematikan lampu itu dan tanpa berfikir panjang, dia melanjutkan perjalanan.

Ditengah perjalanan, dia tertabrak oleh pejalan kaki lainnya hingga keduanya terjatuh. Si buta marah-marah "hei, matamu kemana? ! ada saya jalan koq maen tabrak saja?!!". Lalu pejalan kaki itu menjawab "maaf, dari jauh saya tidak melihat ada orang berjalan karena anda tidak membawa lampu seperti saya, . .

o o u, intinya begini.

si buta itu kita, lampu itu ilmu/guru. Jadi kita itu seperti si buta manakala kita tidak berguru/berilmu. Halal-haram, baik-buruk, kita tidak bisa membedakan=>sama saja. Gelap.

Mending saja kalau kita punya guru, ketika kita tidak tahu akan suatu hal, kita bisa menanyakannya sebelum kita terjatuh seperti si buta tadi.

Kau akan terpandang dari kejauhan karena ilmu, tetapi orang berilmu akan memandang gelapnya dirinya sendiri. Kau akan mulia karena ilmu, tetapi orang berilmu akan memuliakan orang lain. Indah kan???

Mari sama-sama kita mencari ilmu dan jangan tinggalkan guru , :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar