Dikisahkan bahwa
ada seorang yang sedang duduk dibawah pohon beringin yang rindang. Angin
semilir memanjakan dirinya, pemandangan langit biru membuatnya takjub, dia
begitu nyaman dibawah pohon rindang itu.
Tiba-tiba ada
suatu hal yang melintas dibenaknya ketika melihat gumpalan buah pohon beringin
yang banyak dan berwarna merah. Dia membayangkan, kenapa buah pohon beringin yang
banyak ini bentuknya kecil? Kalau besar seperti semangka mungkin akan lebih
nikmat dan nyaman berada dibawah pohon ini.
Kenapa buah pohon
beringin ini berada di ujung ranting yang kecil? Jadinya kan susah untuk diambil
dan dinikmati, padahal warnanya yang merah pasti lebih manis dari setrawberri.
Tidak adil sekali,!! kenapa semangka yang buahnya enak tidak sebanyak buah
beringin dan serindang pohon beringin ??!!.
Tak lama ia
melamun, jatuhlah sesuatu mengenai hidungnya. Ternyata itu adalah buah
beringin. Dia tersadar dari lamunannya dan beristighfar, karena telah menuduh
sang pencipta tidak adil. Apa jadinya kalau lamunanku tadi menjadi kenyataan?
mungkin hidungku hilang bahkan kepalaku juga hilang karena buah beringin
menjadi sebesar semangka dan kalau buah beringin tumbuh di batang yang besar, dia
tidak bisa senyaman tadi karena akan banyak semut dan kemungkinan buahnya akan
sering jatuh diatas kepalanya.
Bukankah Sang Pencipta
Alam ini lebih adil dan bijaksana??
Kawan, Allah lah
pencipta alam semesta, Dia lebih tahu dari apapun yang pernah kalian tahu, Dia
lebih adil dari apapun yang pernah kalian bayangkan.
Mintalah ilmu
padaNya karena Dialah yang punya ilmu. Mintalah keadilan padaNya karena Dialah
yang Maha Adil. Dan mintalah apapun padaNya karena semuanya hanya milik Allah.
Allah Yaa Robb,
kami tak tahu, kami tak mengerti.
Ajari kami yaa Robb, bagaimana cara kami meminta yang baik padaMu.
Ajari kami yaa Robb, bagaimana cara kami meminta yang baik padaMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar