Selasa, 11 November 2014

Kisah Indera - Hidung



masih di orang yang sama. Kalau kemarin kita bercerita tentang matanya, sekarang penulis coba bercerita tentang hidungnya.

Masih dihari yang sama. Ketika aku terbangun dari tidur, aku dapati bahwa aku masih bernafas, aku masih hidup. Aku masih diberi kesempatan untuk menghirup udara segar, mencium sedapnya masakan ibu, mencium harumnya bunga dan mencium baunya badan ini yang menunjukkan bahwa aku tidak sempurna dan tidak pantas membanggakan diri.

Melalui wudhu, aku bersihkan hidung ini. Aku hirup airnya, lendir yang kotor ikut keluar bersama keluarnya air melalui hidung dan mulut, begitulah aku menjaganya agar selalu bersih karena udara yang kita hirup setiap saat tidak selalu bersih. Mungkin terkadang terasa panas hingga ke kepala bagian belakang tapi itulah pembersihan rongga-rongga hidung bagian dalam yang setiap saat kita gunakan untuk bernafas.

Aku pernah belajar mengenai tenaga dalam, kunci untuk mendapat tenaga dalam yang bagus salah satunya adalah dengan olah nafas. Nafas yang paling baik adalah melalui hidung, bukan mulut. Dan nafas yang melalui mulut bisa kita salurkan ke perut, dada atau pundak (pernafasan perut, pernafasan dada, dan pernafasan pundak), yang dengan cara pernafasan seperti itu kita bisa mengolah tenaga dalam untuk disalurkan kebagian tubuh manapun.

Dengan mengolah nafas, kita bisa lebih sehat, lebih berkonsentrasi, lebih kuat, lebih cepat dan bahkan bisa melakukan hal luar biasa yang tidak pernah terfikirkan sebelumya. Ada tips dan trik tersendiri untuk mengolahnya. Aku gak bisa berbagi disini, silakan cari guru anda masing-masing.

Mahasuci Engkau ya Allah, hidung yang kata teman-temanku ini pesek tapi menyimpan banyak sekali rahasia. 

Pernah aku sakit flu, rasanya gak enak banget. Jangankan mencium harumnya bunga, bau badan sendiripun gak tercium seperti apa. Dan kalau hidung lagi gak normal itu, suara dan pendengaran juga terganggu.

Lagi, kita wajib bersyukur atas karunia Allah ini.

Kita akan lanjut ke Kisah Indera berikutnya dari teman kita yang tak disebutkan namanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar