masih di orang yang sama. Kalau
kemarin kita bercerita tentang matanya, sekarang penulis coba bercerita tentang
hidungnya.
Masih dihari
yang sama. Ketika aku terbangun dari tidur, aku dapati bahwa aku masih
bernafas, aku masih hidup. Aku masih diberi kesempatan untuk menghirup udara
segar, mencium sedapnya masakan ibu, mencium harumnya bunga dan mencium baunya
badan ini yang menunjukkan bahwa aku tidak sempurna dan tidak pantas
membanggakan diri.
Melalui
wudhu, aku bersihkan hidung ini. Aku hirup airnya, lendir yang kotor ikut
keluar bersama keluarnya air melalui hidung dan mulut, begitulah aku menjaganya
agar selalu bersih karena udara yang kita hirup setiap saat tidak selalu
bersih. Mungkin terkadang terasa panas hingga ke kepala bagian belakang tapi
itulah pembersihan rongga-rongga hidung bagian dalam yang setiap saat kita
gunakan untuk bernafas.
Aku pernah
belajar mengenai tenaga dalam, kunci untuk mendapat tenaga dalam yang bagus
salah satunya adalah dengan olah nafas. Nafas yang paling baik adalah melalui
hidung, bukan mulut. Dan nafas yang melalui mulut bisa kita salurkan ke perut,
dada atau pundak (pernafasan perut, pernafasan dada, dan pernafasan pundak),
yang dengan cara pernafasan seperti itu kita bisa mengolah tenaga dalam untuk
disalurkan kebagian tubuh manapun.
Dengan mengolah
nafas, kita bisa lebih sehat, lebih berkonsentrasi, lebih kuat, lebih cepat dan
bahkan bisa melakukan hal luar biasa yang tidak pernah terfikirkan sebelumya. Ada
tips dan trik tersendiri untuk mengolahnya. Aku gak bisa berbagi disini,
silakan cari guru anda masing-masing.
Mahasuci Engkau
ya Allah, hidung yang kata teman-temanku ini pesek tapi menyimpan banyak sekali
rahasia.
Pernah aku
sakit flu, rasanya gak enak banget. Jangankan mencium harumnya bunga, bau badan
sendiripun gak tercium seperti apa. Dan kalau hidung lagi gak normal itu, suara
dan pendengaran juga terganggu.
Lagi, kita
wajib bersyukur atas karunia Allah ini.
Kita
akan lanjut ke Kisah Indera berikutnya dari teman kita yang tak disebutkan
namanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar