Masih seputar
kisah cinta. Kali ini penulis akan bercerita tentang kisah cinta antara 3 orang
teman. Kisah nyata lagi lho ☺. Y biasa, biar gak ada yang terlalu merasa
diceritakan, penulis modif sedikit ceritanya.
Sebut saja 3
tokoh yang akan diceritakan ini sebagai Tono, Tini dan Toni. Tono adalah
laki-laki yang cuek, jaim, dan romantis. Tini adalah wanita yang cantik,
pintar, supel dan punya rasa penasaran yang tinggi. Toni adalah laki-laki yang
sok jago, badannya kekar, tapi pemalu.
Mereka
bertiga berada di satu desa, satu usia (alias : seumuran) dan satu sekolahan. Sebelumnya
mereka memang sudah saling mengenal, tapi saat masih usia kanak-kanak. Dan kini
mereka bertemu lagi di sebuah sekolah menengah pertama. Meski satu sekolahan,
mereka tidak pernah bertemu karena beda kelas dan memang tidak tahu kalau
mereka satu sekolahan.
Suatu ketika,
Tini merayakan hari ulang tahunnya yang ke 13. Semua teman dekatnya diundang
untuk hadir bersilaturahim di rumah Tini, termasuk Tono dan Toni. Malam itu
semua tamu undangan hadir, suasana di rumah Tini ramai tak seperti biasanya.
Mereka berbagi cerita, berbagi rasa dan bercanda ria. Tini yang baru punya Hp
menyediakan buku untuk diisi nomor Hp teman-temannya itu. Kini, Tini sudah
punya semua nomor mereka, tapi tak satupun diantara mereka yang punya nomor
Tini. Tono yang agak cuek, kini angkat bicara “Nomormu mana, Tin?”. Seorang
yang kelihatan cuek, ternyata berani minta nomor Hp wanita cantik di tengah
keramaian, kenapa? Karena Tono diam-diam menyukai Tini saat itu juga, saat
pertama ia datang di acara itu. Ada Toni yang juga diam-diam suka sama Tini,
tap mereka berdua punya cara yang berbeda buat dapetin hati Tini.
Sesampainya
di rumah, Toni langsung memulai sms ke Tini. Tini yang dingin tidak punya
firasat apa-apa tentang itu, ia hanya menganggap semuanya sebagai Teman.
Keesokan
harinya, Tono dan Tini bertemu di perpustakaan. Mereka tidak sempat mengobrol
karena lagi sibuk mengerjakan tugas masing-masing. Kalau Toni mah lagi asik main
basket, dia suka kegiatan luar ruangan.
Tiba di malam
minggu, malam yang besoknya tidak ada kegiatan formal mereka mulai pdkt (alias
: pendekatan). Tono sedang mengetik sms yang panjang*lebar untuk dikirim ke
Tini, tapi Tini-lah yang sms Tono duluan. “Ehm. . Ehm. .” itulah sms pertama
kali Tini kepada Tono. Waktu terasa begitu cepat, tidak cukup rasanya untuk
mengetahui kepribadian masing-masing Tono yang jaim dan Tini yang pintar. Smsan
bersambung, keduanya mulai bersemangat untuk menggenal satu sama lain lebih
dekat.
Sedangkan
Toni, dia sms Tini tiap malam. Dia selau punya topic pembahasan untuk dibahas
bersama Tini melalui sms, walau Tini tidak terlalu menyukainya. Meskipun Toni
sms tiap malam dan tiada bosan, tapi Tini cepat bosan meladeninya. “Toni itu
sms tiap malem tapi topic smsnya gak asik. Kalo Tono, gak nyangka orangnya asik
gitu, padahal kelihatannya sama sekali gak asik”, kata hati Tini.
Kini, Tini
setiap malam selalu mendapat sms dari Tono dan Toni. Keduanya sama-sama
dibalas, sampai pernah Tini yang harusnya ngirim sms ke Toni malah masuk ke
inboxnya Tono. Dan barulah Tono tahu, kalau ada orang dekat yang punya
keinginan sama, merebut hati Tini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar