Rabu, 05 November 2014

Kisah Rasa 3T



Masih seputar kisah cinta. Kali ini penulis akan bercerita tentang kisah cinta antara 3 orang teman. Kisah nyata lagi lho ☺. Y biasa, biar gak ada yang terlalu merasa diceritakan, penulis modif sedikit ceritanya.

Sebut saja 3 tokoh yang akan diceritakan ini sebagai Tono, Tini dan Toni. Tono adalah laki-laki yang cuek, jaim, dan romantis. Tini adalah wanita yang cantik, pintar, supel dan punya rasa penasaran yang tinggi. Toni adalah laki-laki yang sok jago, badannya kekar, tapi pemalu.
Mereka bertiga berada di satu desa, satu usia (alias : seumuran) dan satu sekolahan. Sebelumnya mereka memang sudah saling mengenal, tapi saat masih usia kanak-kanak. Dan kini mereka bertemu lagi di sebuah sekolah menengah pertama. Meski satu sekolahan, mereka tidak pernah bertemu karena beda kelas dan memang tidak tahu kalau mereka satu sekolahan.

Suatu ketika, Tini merayakan hari ulang tahunnya yang ke 13. Semua teman dekatnya diundang untuk hadir bersilaturahim di rumah Tini, termasuk Tono dan Toni. Malam itu semua tamu undangan hadir, suasana di rumah Tini ramai tak seperti biasanya. Mereka berbagi cerita, berbagi rasa dan bercanda ria. Tini yang baru punya Hp menyediakan buku untuk diisi nomor Hp teman-temannya itu. Kini, Tini sudah punya semua nomor mereka, tapi tak satupun diantara mereka yang punya nomor Tini. Tono yang agak cuek, kini angkat bicara “Nomormu mana, Tin?”. Seorang yang kelihatan cuek, ternyata berani minta nomor Hp wanita cantik di tengah keramaian, kenapa? Karena Tono diam-diam menyukai Tini saat itu juga, saat pertama ia datang di acara itu. Ada Toni yang juga diam-diam suka sama Tini, tap mereka berdua punya cara yang berbeda buat dapetin hati Tini.

Sesampainya di rumah, Toni langsung memulai sms ke Tini. Tini yang dingin tidak punya firasat apa-apa tentang itu, ia hanya menganggap semuanya sebagai Teman.

Keesokan harinya, Tono dan Tini bertemu di perpustakaan. Mereka tidak sempat mengobrol karena lagi sibuk mengerjakan tugas masing-masing. Kalau Toni mah lagi asik main basket, dia suka kegiatan luar ruangan.

Tiba di malam minggu, malam yang besoknya tidak ada kegiatan formal mereka mulai pdkt (alias : pendekatan). Tono sedang mengetik sms yang panjang*lebar untuk dikirim ke Tini, tapi Tini-lah yang sms Tono duluan. “Ehm. . Ehm. .” itulah sms pertama kali Tini kepada Tono. Waktu terasa begitu cepat, tidak cukup rasanya untuk mengetahui kepribadian masing-masing Tono yang jaim dan Tini yang pintar. Smsan bersambung, keduanya mulai bersemangat untuk menggenal satu sama lain lebih dekat.

Sedangkan Toni, dia sms Tini tiap malam. Dia selau punya topic pembahasan untuk dibahas bersama Tini melalui sms, walau Tini tidak terlalu menyukainya. Meskipun Toni sms tiap malam dan tiada bosan, tapi Tini cepat bosan meladeninya. “Toni itu sms tiap malem tapi topic smsnya gak asik. Kalo Tono, gak nyangka orangnya asik gitu, padahal kelihatannya sama sekali gak asik”, kata hati Tini.

Kini, Tini setiap malam selalu mendapat sms dari Tono dan Toni. Keduanya sama-sama dibalas, sampai pernah Tini yang harusnya ngirim sms ke Toni malah masuk ke inboxnya Tono. Dan barulah Tono tahu, kalau ada orang dekat yang punya keinginan sama, merebut hati Tini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar