Pernah
terlintas di fikiran Yono, “Kenapa Yeni mau sama saya? Ada apa dengan suaminya?” tapi Yono tak
peduli dengan fikiran negatif itu, yang jelas dia tak ingin jauh dari Yeni.
Yeni sudah
tidak mengajar Yono lagi karena Yeni hanya mengajar di kelas 1 dan kelas 2 SMA,
tapi komunikasi mereka tetap berjalan baik.
Singkat
cerita, sekolah itu akan mengadakan acara perpisahan untuk kelas 3. Yono yang
selalu ingin dekat dengan Yeni kini merasa sedih kalau nanti tidak bisa bertemu
Yeni lagi. Saat jalan bersama, saat satu motor berdua, saat satu piring berdua,
saat saling berbagi cerita, saat bercanda ria akan hilang bersama perpisaan
itu.
Yono
mengutarakan hal itu, dan Yeni menjawab “jangan sedih, meski kau sudah bukan
anak SMA lagi, kamu boleh main ke rumah ☺ “.
Tepat dua
hari sebelum perpisahan,Rabu 1 April, Yono main ke rumah Yeni. Mereka mengobrol
seperti biasa, namun ada yang tidak biasa ketika Yono mau pulang. Yeni hendak
mencium Yono, tapi Yono menolak. Ketika Yono berdiri, Yeni memeluk Yono dengan
erat. Yono yang sangat mencintai Yeni, tidak pernah terbayang untuk melakukan
hal seperti itu kecuali dengan jalan yang benar. Tapi kini, Yeni yang memulainya.
Yono pun memeluk erat Yeni juga, meski malu tapi dia tidak ingin melepaskan
pelukan itu. Selang beberapa saat Yono pun rela melepaskan pelukan itu, dan ia
pulang.
Tiba saatnya Yono hendak berangkat ke acara perpisahan, Yeni mengantar Yono dengan
ditemani anaknya dan memberinya sebuah surat yang berisi : "No, berat hati ini
melepasmu. Tapi aku yakin kamu sudah waktunya untuk melihat dunia yang lebih
luas. Jaga dirimu baik-baik saat aku tak bisa lagi menemanimu”
Kawan, tahu
tidak kabar Yono dan Yeni sekarang?
Karena usia
mereka yang jauh berbeda, mereka memiliki kesukaan dan persepsi yang berbeda pula,
bahkan bertentangan. Yono yang begitu membutuhkan kasih sayang Yeni, ia selalu
mengalah padahal diusianya yang sekarang adalah waktu egois-egoisnya kaula
muda, ia selalu tertekan dan tidak merasa tenang. Ketika jauh, ia sangat ingin
bertemu, tapi ketika bertemu, Yono mendapati Yeni sedang bersama muridnya yang
lain. Yono tidak menyukai pemandangan itu karena ia takut akan ada yang merebut
Yeni.
Sedangkan
Yeni, beranggapan bahwa Yono telah pergi meniti karir di dunia industry. Ia
tidak mungkin selamanya terus bersamanya. Ia telah bersuami, sudah punya anak,
dan masih banyak tanggungjawab yang ia bawa. Mungkin Yono sudah punya pacar
baru. ”Walau agak sakit, tapi apa boleh buat. Aku tak ingin merusak masa
mudanya. Semoga tidak ada murid yang seperti Yono lagi, cukup Yono”, kata hati
Yeni.
Jreengg,
sampai disini saja ceritanya. Terimakasih telah mengambil hal positif dari
cerita ini dan penulis sangat menyesal jika pembaca mengambil hal yang
negative.
Mungkin benar
bahwa cinta itu tak harus memiliki, tapi gak gitu juga kale. Orang baik itu,
orang yang tidak menginginkan kepunyaan orang lain. Lah Yono? Masa ia ingin
memiliki Yeni yang sudah bersuami?.
Kasihan ya,
Yono. Ia tidak bisa bersama orang yang dicintainya. Yeni juga, udah punya suami
masih sempet-sempetnya deket sama cowo sampe segitunya.
Eh, pembaca.
Setiap hal di dunia ini diciptakan berpasangan, ada negative dan ada positif.
Kalau hal negative dipandang negative mah udah biasa, tapi sebenarnya banyak
lho hal positif yang dipandang negative, tergantung kita memandang dari sudut
sebelah mana. jadi, TOLONG, BAGI
YANG MEMBACA TULISAN INI (DARI PART 1 SAMPAI PART 6), AMBILLAH SISI POSITIFNYA.
TERIMAKASIH.
Crisye - Kisah Kasih Di Sekolah
Resah dan gelisah
Menunggu disini, Di
sudut sekolah
Tempat yang kau janjikan,
ingin berjumpa denganku
Walau mencuri waktu, berdusta pada
guru
Malu aku malu, pada semut merah
Yang berbaris di dinding menatapku curiga
Seakan penuh Tanya, sedang apa disini?
Menanti
pacar jawabku
Sungguh aneh tapi nyata,
takkan terlupa
Kisah kasih di sekolah,
dengan si dia
Tiada masa paling indah,
Masa-masa di sekolah
Tiada kisah paling
indah, kisah kasih di sekolah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar