Melanjutkan kisah sebelumnya, kali
ini penulis akan melanjutkan Kisah Indera, yaitu pendengaran “Telinga”.
Kata Uje (Ust. Jeffri Al-Bukhori) :
Manusia wajib bersyukur, karena Allah telah memberikan modal yang besar. Siapa
bilang kita tidak punya apa-apa? Mata adalah modal yang dahsyat, telinga adalah
modal yang tak tertandingi, mulut adalah modal yang sangat berguna, bagaimana
dengan akal, fikiran? Sudah pasti itu bisa menjadi modal kekuatan hidup dunia
dan akhirat. itu adalah modal yang sangat besar.
Telinga adalah
modal dari Allah yang tak tertandingi, itulah kata Uje. Kenapa modal yang tak
tertandingi? Karena selain melalui mata, telinga pun bisa menjadi media masuknya
ilmu ke hati dan fikiranku,itulah sebabnya aku tidak boleh berkata “aku tidak
punya apa-apa”. Aku adalah mahluk, aku punya penciptaku. Aku adalah kholifah,
aku punya sesuatu yang harus aku kelola. Dan untuk memahami semua itu, harus
dengan ilmu. Telinga, sungguh luar biasa.
Sejak pertama
bangun dari tidur, aku diingatkan dengan suara puji-pujian. Tak lama setelah
itu, kicauan burung juga bisa ku dengar. Nikmat dan buruknya suara music, aku
bisa membedakannya. Baik dan buruknya perkataan orang aku masih bisa
meraasaknnya. Mahasuci Engkau, yang memberiku modal yang tak tertandingi ini.
Telinga manusia
mempunyai nilai toleransi pendengaraan. Pendengaran kita digolongkan berada di
tengah dari seluruh gelombang suara yang diketahui manusia. Manusia tidak bisa
mendenga suara yang lebih kecil dan juga tidak bisa mendengar gelombang suara
yang terlalu keras / tinggi. Kalau menurut sains, pendengaran manusia hanya
mampu mendengar gelombang suara di tingkat mediumsonic (20 – 20.000 Hz). Sedangkan
gelombang suara yang lebih kecil / infrasonic (17 – 0,001 Hz), dan gelombang
suara yang frekuensinya sangat tinggi / ultrasonic (>20.000 Hz) tidak bisa
didengar oleh pendengaran kita.
Gelombang suara
Infrasonic bisa digunakan untuk mendeteksi gempa bumi, ia dapat menjangkau jarak yang jauh dan dapat
melewati sebuah medium tanpa kehilangan kekuatan getarnya kecuali hanya sedikit
saja.
Gelombang suara
Ultrasonic digunakan dalam dunia medis untuk mendiagnosa kesehatan, dan dalam
dunia sains salah satunya digunakan untuk system radar, dan lan-lain.
Itu adalah
segelintir yang baru manusia pahami, kita sangat tergantung kepada teknologi. Tapi
orang yang telah dekat dengan sang pencipta gelombang suara, juga pencipta alam
ini, yaitu Allah, ia akan mendengar, ia akan tahu langsung dari Allah.
Orang yang
dekat dengan Allah, ia bisa tahu kapan gunung akan meletus, kapan wanita hamil
akan melahirkan tanpa bantuan radar. Yakinlah pada Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar