Rabu, 12 November 2014

Kisah Indera - Telinga



Melanjutkan kisah sebelumnya, kali ini penulis akan melanjutkan Kisah Indera, yaitu pendengaran “Telinga”.

Kata Uje (Ust. Jeffri Al-Bukhori) : Manusia wajib bersyukur, karena Allah telah memberikan modal yang besar. Siapa bilang kita tidak punya apa-apa? Mata adalah modal yang dahsyat, telinga adalah modal yang tak tertandingi, mulut adalah modal yang sangat berguna, bagaimana dengan akal, fikiran? Sudah pasti itu bisa menjadi modal kekuatan hidup dunia dan akhirat. itu adalah modal yang sangat besar.

Telinga adalah modal dari Allah yang tak tertandingi, itulah kata Uje. Kenapa modal yang tak tertandingi? Karena selain melalui mata, telinga pun bisa menjadi media masuknya ilmu ke hati dan fikiranku,itulah sebabnya aku tidak boleh berkata “aku tidak punya apa-apa”. Aku adalah mahluk, aku punya penciptaku. Aku adalah kholifah, aku punya sesuatu yang harus aku kelola. Dan untuk memahami semua itu, harus dengan ilmu. Telinga, sungguh luar biasa.
Sejak pertama bangun dari tidur, aku diingatkan dengan suara puji-pujian. Tak lama setelah itu, kicauan burung juga bisa ku dengar. Nikmat dan buruknya suara music, aku bisa membedakannya. Baik dan buruknya perkataan orang aku masih bisa meraasaknnya. Mahasuci Engkau, yang memberiku modal yang tak tertandingi ini.

Telinga manusia mempunyai nilai toleransi pendengaraan. Pendengaran kita digolongkan berada di tengah dari seluruh gelombang suara yang diketahui manusia. Manusia tidak bisa mendenga suara yang lebih kecil dan juga tidak bisa mendengar gelombang suara yang terlalu keras / tinggi. Kalau menurut sains, pendengaran manusia hanya mampu mendengar gelombang suara di tingkat mediumsonic (20 – 20.000 Hz). Sedangkan gelombang suara yang lebih kecil / infrasonic (17 – 0,001 Hz), dan gelombang suara yang frekuensinya sangat tinggi / ultrasonic (>20.000 Hz) tidak bisa didengar oleh pendengaran kita.

Gelombang suara Infrasonic bisa digunakan untuk mendeteksi gempa bumi,  ia dapat menjangkau jarak yang jauh dan dapat melewati sebuah medium tanpa kehilangan kekuatan getarnya kecuali hanya sedikit saja.

Gelombang suara Ultrasonic digunakan dalam dunia medis untuk mendiagnosa kesehatan, dan dalam dunia sains salah satunya digunakan untuk system radar, dan lan-lain.

Itu adalah segelintir yang baru manusia pahami, kita sangat tergantung kepada teknologi. Tapi orang yang telah dekat dengan sang pencipta gelombang suara, juga pencipta alam ini, yaitu Allah, ia akan mendengar, ia akan tahu langsung dari Allah. 

Orang yang dekat dengan Allah, ia bisa tahu kapan gunung akan meletus, kapan wanita hamil akan melahirkan tanpa bantuan radar. Yakinlah pada Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar