Perasaan yang
timbul di hati Yono, tidak aneh jika ia sering merasakan cemburu. Dan kini,
Yono sudah terlalu sering di buatnya cemburu, karena Yeni adalah seorang guru
favorit di sekolahnya, banyak yang mencandainya, dan bagi Yono itu adalah
cambuk yang membuatnya sesak untuk bernafas.
Yono sudah
menunjukkan sikap yang tidak biasa, ia marah-marah tidak jelas ketika Yeni dekat atau dicandai oleh teman
atau gurunya yang lain. Hal itu membuat Yeni penasaran, dia semakin merasa
kalau Yono menyukainya sebagai seorang kekasih.
Yeni terpaksa
menguji perasaan tersebut. Dia mengirim sms kepada Yono, “No, aku sayang sama kamu. Jangan marah-marah terus, nanti cepet tua
lho. Kamu sayang gak sama aku?. . .”. Yono tidak membalas pesan itu, ia
pura-pura masih marah biar Yeni ngomong seperti itu secara langsung.
Akhirnya
mereka bertemu, Yeni menanyakan hal yang sama tapi Yono menjawab dengan
berbelit-belit. Yono sengaja melakukan itu, karena ia ingin dianggap berharga
bagi orang lain. Saat itu Yeni sedikit kesal karena Yono yang terlalu jaim
(jaga image), ia hendak meninggalkan Yono dengan muka cemberut, tapi Yono
memegang tangannya lalu ia mengungkapkan perasaanya pada Yeni “Aku suka sama kamu sejak pertama kali
bertemu, aku sayang kamu sejak saat itu juga. Aku sayang sama kamu lebih dari
siapapun yang pernah aku sayangi, maaf”. Yeni tersenyum dan melangkah
pergi, “hati-hati ya”, kata Yono.
Kini perasaan
Yono bercampur-campur tidak karuan, ia sangat ingin sekali mengucapkan hal itu,
tapi setelah terucap, ada perasaan menyesal dan malu. Ia menyesal karena Yeni
adalah gurunya yang sudah berkeluarga, dengan mengatakan hal itu, berarti ia
sama sekali tidak menghormati Yeni.
Semalaman
tidak ada kabar dari Yeni, sedangkan Yono tidak berani memulai sms karena masih
malu dengan ucapannya tadi siang. Sebaliknya, Yeni semalaman menunggu Yono
memulai sms kepadanya.
Keesokan
harinya, Yono menanyakan kepada Yeni “Semalem kemana ? ko gada kabar?”. Yeni
yang menunggu sms semaleman dia menjawab “Katanya sayang kok gak telpon atau
memulai sms?”. Yono masih malu-malu karena ia belum pernah pacaran bahkan dekat
dengan cewa selama satu jam pun, dia belum pernah. Yeni yang 10 tahun lebih tua
telah mengerti akan hal itu, tapi dia lebih suka memendamnya dan melihat rekasi
Yono.
Dua insan
kini menjalin hubungan yang rumit. Keduanya berusaha saling memahami, hingga
saling memberikan hadiah, kejutan bahkan berjalan-jalan layaknya sepasang
kekasih yang sama-sama single.
Hari terus
berganti, susah senang mereka selalu terbagi, senang dan sakit hati juga
menghiasi perjalanan cinta yang rumit ini. Tak terasa Yono sudah menuduki kelas
tiga SMA dan akan meninggalkan sekolahnya
Pernah
terlintas di fikiran Yono, “Kenapa Yeni mau sama saya? Ada apa dengan suaminya?” tapi Yono tak
peduli dengan fikiran negatif itu, yang jelas dia tak ingin jauh dari Yeni.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar