Senin, 03 November 2014

Kisah Kasih di Sekolahnya part 5



Perasaan yang timbul di hati Yono, tidak aneh jika ia sering merasakan cemburu. Dan kini, Yono sudah terlalu sering di buatnya cemburu, karena Yeni adalah seorang guru favorit di sekolahnya, banyak yang mencandainya, dan bagi Yono itu adalah cambuk yang membuatnya sesak untuk bernafas.

Yono sudah menunjukkan sikap yang tidak biasa, ia marah-marah tidak jelas  ketika Yeni dekat atau dicandai oleh teman atau gurunya yang lain. Hal itu membuat Yeni penasaran, dia semakin merasa kalau Yono menyukainya sebagai seorang kekasih.

Yeni terpaksa menguji perasaan tersebut. Dia mengirim sms kepada Yono, “No, aku sayang sama kamu. Jangan marah-marah terus, nanti cepet tua lho. Kamu sayang gak sama aku?. . .”. Yono tidak membalas pesan itu, ia pura-pura masih marah biar Yeni ngomong seperti itu secara langsung.

Akhirnya mereka bertemu, Yeni menanyakan hal yang sama tapi Yono menjawab dengan berbelit-belit. Yono sengaja melakukan itu, karena ia ingin dianggap berharga bagi orang lain. Saat itu Yeni sedikit kesal karena Yono yang terlalu jaim (jaga image), ia hendak meninggalkan Yono dengan muka cemberut, tapi Yono memegang tangannya lalu ia mengungkapkan perasaanya pada Yeni “Aku suka sama kamu sejak pertama kali bertemu, aku sayang kamu sejak saat itu juga. Aku sayang sama kamu lebih dari siapapun yang pernah aku sayangi, maaf”. Yeni tersenyum dan melangkah pergi, “hati-hati ya”, kata Yono.

Kini perasaan Yono bercampur-campur tidak karuan, ia sangat ingin sekali mengucapkan hal itu, tapi setelah terucap, ada perasaan menyesal dan malu. Ia menyesal karena Yeni adalah gurunya yang sudah berkeluarga, dengan mengatakan hal itu, berarti ia sama sekali tidak menghormati Yeni.

Semalaman tidak ada kabar dari Yeni, sedangkan Yono tidak berani memulai sms karena masih malu dengan ucapannya tadi siang. Sebaliknya, Yeni semalaman menunggu Yono memulai sms kepadanya.

Keesokan harinya, Yono menanyakan kepada Yeni “Semalem kemana ? ko gada kabar?”. Yeni yang menunggu sms semaleman dia menjawab “Katanya sayang kok gak telpon atau memulai sms?”. Yono masih malu-malu karena ia belum pernah pacaran bahkan dekat dengan cewa selama satu jam pun, dia belum pernah. Yeni yang 10 tahun lebih tua telah mengerti akan hal itu, tapi dia lebih suka memendamnya dan melihat rekasi Yono.

Dua insan kini menjalin hubungan yang rumit. Keduanya berusaha saling memahami, hingga saling memberikan hadiah, kejutan bahkan berjalan-jalan layaknya sepasang kekasih yang sama-sama single.

Hari terus berganti, susah senang mereka selalu terbagi, senang dan sakit hati juga menghiasi perjalanan cinta yang rumit ini. Tak terasa Yono sudah menuduki kelas tiga SMA dan akan meninggalkan sekolahnya

Pernah terlintas di fikiran Yono, “Kenapa Yeni mau sama saya?  Ada apa dengan suaminya?” tapi Yono tak peduli dengan fikiran negatif itu, yang jelas dia tak ingin jauh dari Yeni.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar