Sabtu, 01 November 2014

Kisah Kasih di Sekolahnya part 3



Gossip tersebut tidak membuahkan apapun melainkan Yono semakin percaya diri mendekati Yeni dan Yeni tidak bisa berbuat apa-apa selain tak ingin membuat Yono malu. “juga tidak ada ruginya dekat dengan Yono, orangnya gak banyak tingkah, pintar, bisa bantuin ngoreksi”, kata Yeni.

Sebenarnya Yeni telah merasa ada yang aneh ketika gosip itu menghangat tapi Yono yang lugu itu tidak mengklarifikasi apapun kepada siapapun, bahkan dia seperti lebih percaya diri mendekati Yeni.

Suatu hari mereka sampai di sekolah diwaktu yang sama, Yono bersalaman dengan bu Yeni. Yono berusaha melepaskan tangan dari genggaman Yeni tapi Yeni tidak melepaskan tangan Yono. *Dua hati bersatu, Cinta telah jatuh menghiasai tanah gersang di sekitar mereka*.

Hati Yono bergetar, jantung berdetak tak biasa, muka memerah, lutut gemetar, dan keringat dingin keluar. Yono yang biasa bersalaman dengan guru yang lain tidak pernah merasakan hal ini, “bersalaman dengan teman wanita sebaya juga tidak seperti ini”, kata hati Yono. Mata Yono menunduk, tak kuat menatap sorot matanya yang hangat memancarkan cinta. Indah rasanya saat itu, tangan dingin Yono telah menerima kehangatan dari seorang bidadari yang tidak disangka-sangka kedatangannya.

Yeni terkejut ketika bersalaman dengan Yono, ia tak ingin melepaskan genggamannya. Hatinya bergetar, ia menatap Yono, “apakah dia merasakan apa yang aku rasakan?”, kata Yeni, dalam hati. Tangan Yono dingin tapi Yeni merasa nyaman ketika bersalaman dengan Yono. Saat itu ia merasa ada yang tidak biasa dengan mereka berdua. 

Lalu mereka berjalan menuju ruang guru dimana ruangguru melewati ruang kelas Yono. Keduannya Salting-salah tingkah, keduanya diam membisu, memikirkan kejadian yang baru saja terjadi. Hari itu mereka kelihatan tidak biasa.

“Mungkinkah dia menyukaiku selayaknya wanita seusianya? Tapi gak mungkin, dia muridku; Mungkinkah aku yang menyukai dia? Tapi aku sudah berkeluarga; Lalu perasaan apa ketika aku bersalaman sama dia? Ah mungkin kebetulan, tapi tentang gossip itu apa mungkin jadi seperti ini? Ah tidak mungkin, dia gak akan mau sama akuyang lebih tua 10 tahun, tapi gak menutup kemungkinan juga kan? “Yeni diliputi segudang pertanyaan.

Jam terus berganti, kini tiba Yeni mengajar dikelas Yono. Yeni sebisa mungkin menutupi kejanggalan peristiwa tadi pagi tapi dia masih penasaran dan ingin menguji perasaan itu lagi. Yeni memberi tugas untuk dikumpulkan saat itu dan di nilai saat itu juga. 10 soal diberikan. Baru sekitar 15 menit, Yono mengumpulkan tugasnya dan langsung dikoreksi. Kebetulan ada satu jawaban Yono yang ambigu, lalu Yeni memanggil Yono dan menanyakan maksud jawabannya, namun jawaban Yono tidak tepat sehingga ia mendapat nilai 80 ( Biasanya Excelent lho :-D ). Yono kembali duduk sambil menunggu teman-temannya mengumpulkan tugas, lagi-lagi ia tidak bisa mengalihkan perhatiannya kepada Yeni. Yeni yang ingin menguji perasaan itu lalu menggulung setengah buku Yono untuk menutupi mulutnya. Yono yang melihat itu hasratnya terbang melayang karena buku itu telah dicium Yeni, wanita yang paling anggun. Bukan hanya itu, Yeni menulis di halaman paling belakang buku Yono tersebut “Kenapa kamu sangat pintar? ”. Setelah semua tugas terkumpul dan telah dikembalikan, Yono segera menggulung buku itu lalu melakukan seperti apa yang Yeni lakukan, menciumnya. Dia begitu bervantasi dengan Yeni. Lalu dia membaca tulisan yang tadi ditulis Yeni, dia menjawabnya “Ibu terlalu berlebihan, saya gak sepintar ibu “.

Hari itu begitu misterius bagi Yeni yang tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu kepada muridnya. Dan hari itu begitu indah bagi Yono yang tidak pernah merasakan kehangatan seorang wanita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar