Gossip
tersebut tidak membuahkan apapun melainkan Yono semakin percaya diri mendekati
Yeni dan Yeni tidak bisa berbuat apa-apa selain tak ingin membuat Yono malu.
“juga tidak ada ruginya dekat dengan Yono, orangnya gak banyak tingkah, pintar,
bisa bantuin ngoreksi”, kata Yeni.
Sebenarnya
Yeni telah merasa ada yang aneh ketika gosip itu menghangat tapi Yono yang lugu
itu tidak mengklarifikasi apapun kepada siapapun, bahkan dia seperti lebih
percaya diri mendekati Yeni.
Suatu hari
mereka sampai di sekolah diwaktu yang sama, Yono bersalaman dengan bu Yeni.
Yono berusaha melepaskan tangan dari genggaman Yeni tapi Yeni tidak melepaskan
tangan Yono. *Dua hati bersatu, Cinta telah jatuh menghiasai tanah gersang di
sekitar mereka*.
Hati Yono
bergetar, jantung berdetak tak biasa, muka memerah, lutut gemetar, dan keringat
dingin keluar. Yono yang biasa bersalaman dengan guru yang lain tidak pernah
merasakan hal ini, “bersalaman dengan teman wanita sebaya juga tidak seperti
ini”, kata hati Yono. Mata Yono menunduk, tak kuat menatap sorot matanya yang
hangat memancarkan cinta. Indah rasanya saat itu, tangan dingin Yono telah
menerima kehangatan dari seorang bidadari yang tidak disangka-sangka
kedatangannya.
Yeni terkejut
ketika bersalaman dengan Yono, ia tak ingin melepaskan genggamannya. Hatinya
bergetar, ia menatap Yono, “apakah dia merasakan apa yang aku rasakan?”, kata
Yeni, dalam hati. Tangan Yono dingin tapi Yeni merasa nyaman ketika bersalaman
dengan Yono. Saat itu ia merasa ada yang tidak biasa dengan mereka berdua.
Lalu mereka
berjalan menuju ruang guru dimana ruangguru melewati ruang kelas Yono.
Keduannya Salting-salah tingkah, keduanya
diam membisu, memikirkan kejadian yang baru saja terjadi. Hari itu mereka
kelihatan tidak biasa.
“Mungkinkah
dia menyukaiku selayaknya wanita seusianya? Tapi gak mungkin, dia muridku;
Mungkinkah aku yang menyukai dia? Tapi aku sudah berkeluarga; Lalu perasaan apa
ketika aku bersalaman sama dia? Ah mungkin kebetulan, tapi tentang gossip itu
apa mungkin jadi seperti ini? Ah tidak mungkin, dia gak akan mau sama akuyang
lebih tua 10 tahun, tapi gak menutup kemungkinan juga kan? “Yeni diliputi
segudang pertanyaan.
Jam terus
berganti, kini tiba Yeni mengajar dikelas Yono. Yeni sebisa mungkin menutupi kejanggalan
peristiwa tadi pagi tapi dia masih penasaran dan ingin menguji perasaan itu
lagi. Yeni memberi tugas untuk dikumpulkan saat itu dan di nilai saat itu juga.
10 soal diberikan. Baru sekitar 15 menit, Yono mengumpulkan tugasnya dan
langsung dikoreksi. Kebetulan ada satu jawaban Yono yang ambigu, lalu Yeni
memanggil Yono dan menanyakan maksud jawabannya, namun jawaban Yono tidak tepat
sehingga ia mendapat nilai 80 ( Biasanya Excelent lho :-D ). Yono kembali duduk
sambil menunggu teman-temannya mengumpulkan tugas, lagi-lagi ia tidak bisa
mengalihkan perhatiannya kepada Yeni. Yeni yang ingin menguji perasaan itu lalu
menggulung setengah buku Yono untuk menutupi mulutnya. Yono yang melihat itu
hasratnya terbang melayang karena buku itu telah dicium Yeni, wanita yang
paling anggun. Bukan hanya itu, Yeni menulis di halaman paling belakang buku
Yono tersebut “Kenapa kamu sangat
pintar? ☺”.
Setelah semua tugas
terkumpul dan telah dikembalikan, Yono segera menggulung buku itu lalu
melakukan seperti apa yang Yeni lakukan, menciumnya. Dia begitu bervantasi
dengan Yeni. Lalu dia membaca tulisan yang tadi ditulis Yeni, dia menjawabnya “Ibu terlalu berlebihan, saya gak sepintar
ibu ☺“.
Hari itu
begitu misterius bagi Yeni yang tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu
kepada muridnya. Dan hari itu begitu indah bagi Yono yang tidak pernah
merasakan kehangatan seorang wanita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar