Yah, itulah
hari bersejarah dalam hidup Tono dan Tini, 12.00 Wib 19 Februari di bawah pohon
kersem . tidak ada satupun yang tahu meraka ketemuan disitu, hanya aku, engkau
dan tuhan yang tahu.
Esok harinya,
Tono mengantar Tini bersama keluarga ke stasiun. Tono yang cuek, ternyata Cuma
kepada yang belum dekat saja, nyatanya Tini dan keluarga tidak merasa risih
dengan Tono, karena memang asik.
Tiba-tiba Hp
Tini bunyi, itu telepon dari Toni. Tono kaget, “sepertinya Toni masih punya
rasa sama Tini”, kata hati Tono. Lalu Tini bilang kalau Tono juga ikut
mengantarnya. Tak lama ia menelpon, kereta tujuan Tini datang. Ia menyudahi
teleponnya dan ia berangkat menuju cita-citanya.
Tono yang
baru saja mengungkapkan perasaannya pada Tini, saat itu merasa sedih, taapi ia
tidak menyesalinya. Long Distance Relation adalh istilah yang tepat buat
mereka, yaitu hubungan jarak jauh.
Sampai
sekarang, sampai penulis mengakhiri penulisan cerita ini, mereka masih
berhubungan. Kesetiaan mereka mungkin nomor
satu diantara teman-temannya yang lain. Tapi dibalik kesetiaan mereka,
mereka juga manusia yang punya kekurangan. Tono setia karena ia tidak bisa
berlama-lama dekat dengan cewe, walau romantic tapi kalau kelamaan dia menjadi salting-salah tingkah. Jadi, daripada
malu nanti deket-dekat teman cewenya, mending sendiri saja. Mungkin sering
merasa sepi, tapi alam yang indah ini menjadi penghiburnya ketika ia sedang
merindukan Tini.
Tini setia
karena memang dia tidak ingin bermain-main dengan cinta, ia hanya ingin satu
untuk selamanya, dan Tono, ia percayakan cintanya pada dia.
Tak kalah
kacaunya perasaan Toni diabanding mereka. Bukan hal ini yang ia inginkan, ia
menjadi canggung kala bertemu dengan Tono. Iya-lah, Toni jadi ngerasa menjadi
orang ketiga diantara mereka berdua, padahal kan sama-sama teman.
Tuuut,
terimakasih sudah mampir di kisah ini. Saya cukupkan sampai disini saja,
penulis bingung karena takut mengganggu privasi orang lain, yaa walaupun temen
sendiri dan udah dapet izin juga kan gimana gitu.
Intinya, bagi
yang seperti Tono, gak usah jaim dweh, “ padahal
penulis juga jaim :-D “. Kalau iya, ya tunjukkan kalau itu “iya”. Udah
jaim, dibalik topeng cuek lagi, kan jadi kelihatan garang :-D.
Bagi yang
seperti Tini, penulis kagum dengan dia, walau dia itu punya rasa penasaran yang
tinggi tapi prinsipmu “Kuingin hanya satu untuk selamanya” layak mendapat
acungan 3 jempol dari penulis :-D. Punya pacar tu gak wajib, jadi ya gak mesti
punya pacar kan. Baru kalau sudah menemukan petunjuk lahir dan batin, kita buka
hati dweh buat si dia, kaya si Tini nih ;-).
Nah, kalu
yang seperti Toni. Penulis harap gak usah canggung lagi deket sama Tono. Tono
tau kalau banyak yang suka sama Tini, tapi dia kan jaim, jadi bisa jaga sikap
selama 10 menit mah :-D. Trus juga gak usah caper, apalagi sampai menyalahkan
orang lain demi mendapat perhatian dari si dia.
Itulah
seninya hidup, keindahan dan kenyamanan setiap orang itu beda-beda. Penulis
berharap, pembaca bisa saling menjaga perasaan kepada siapapun walaupun itu
orang ketiga diantara kau dan dia. Cemburu boleh, tapi gak boleh curiga.
Kisah Rasa 3T
sendiri diambil dari nama samara tokohnya, Tono,Tini,Toni
yang saling mempunyai
perasaan. Terima kasih, Wassalam ♥.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar